Pasca Cinta (Nona)

Diposting oleh my name is Mirza pada 09:36, 09-Agu-14  •  Komentar (31)



" Pasca Cinta (Nona) "

Sejenak mendendam.
Sedetik kemudian lekang di peraduan gulita.
Tiduri terali duri bersama kekasih  paradam.
Sampaikan segenggam kisah pada sang malam
Hanyalah senandung parau tentang cinta ku yang karam.

Angkasa gegap gempita.
Purnama bukannya gerhana.
Gugusan gemintang berbentuk bunga.
Bunga lara dari mu hai nona.

Aku terperosok dalam alasan yang aku sendri tak bisa menyebutnya.
Membisikannya pun terlalu memekakan telinga.
Maka tuk jawabnya, cobalah teriakkan namamu sendiri kepada senja.
Mungkin ia akan membalasnya dengan gema yang berbunyi durjana....
Durjana.....

Hai nona.
Aku ingin jadi petapa dan enyahkan seluruh indra.
Bersemayam di gelapnya taman dustamu yang tersesaki dosa.
Tuk dapatkan jawab masih dapat dirasakah apa yang di sebut cinta.
Usai mata,telinga, dan sentuhan dibuat tiada.

Aku ibarat rumput hijau yang di terpa angin.
Ingin hati di hembus, dibawa berkelana kemana-mana,
Tapi tak daya tertahan akar yang mencengkram erat ditanah.
Tak seperti engkau daun kering yang bebas, berkelana di hembus-hembus angin.
Lalu hinggap di halaman rumah siapa saja.

Hai Nona.
Dosa itu tak berbentuk.
Diksi itu tak terhingga.
Kupintal keduanya menjadi topeng penutup paras kecewa.

Akan ada suatu masa ketika sang karna menyerahkan baju perangnya padaku.
Saat itu ijinkanlah kuminta kembali jantungku untuk kupelihara sendiri.
Setelah lama di tanganmu ia banyak tersengat api.

Dan jiwa emas ini bukanlah tuk di pilih angkara mu nona.
Sesungguhnya aku bersanding dirimu.
Bagai pemantik api bersua mesiu.
Tak ada wujud lain selain abu.

Namun saat tak satu pelita pun mampu terangi jalanmu.
Janganlah kau cari kembali benderang diriku.

Ketika nanti nona ku terbngun dalam gelap nya dunia.
Aku telah berada di sisi yang berbeda, pijari sisi gelap yang lainnya.

Lalu Ia berlari ber airmata,
Menjemput mengejar dengan hatinya yang banal.
Dan ketika ia mengerti bahwa sepi nya kini adalah kekal.
Nona ku tewas sendiri di landa sesal.


By : MPB

nona-pasca-cinta.jpg

Game PC : Magic Pen

Diposting oleh my name is Mirza pada 13:31, 31-Jul-14  •  Komentar (8)

ThumbnailAssalamualaikum teman2 MWB, Minalaidzin walfaidzin , selamat idul fitri semuanya, maafin admin bila ada salah kata yaa... Sorry nih jd jarang posting, kesibukan di semester 7 semakin menggila sob, ini mmpung sempat buka blog sekalian mau share sebuah game yg menurutku asik. Sebenernya ini game udah cukup lama sihh, buat yg blum pernah maen aja, Judulnya Magic Pen, game play nya adalah kita... [Baca selengkapnya]

Jejak Kaki Kecil Dibawah Hujan

Diposting oleh my name is Mirza pada 09:34, 08-Jul-14  •  Komentar (33)

ThumbnailJEJAK KAKI KECIL DIBAWAH HUJAN Bumi mulai kelabu. Angin, membelai lembut rerumputan. Rinai dari langit terlihat bercucuran. Mempelai merpati berteduh di bawah dedaunan. Ibu mengizinkan aku bertualang dibawah hujan. Untuk berkejaran, Bermain bola bersama teman. Langkah ringan semburat menyambut hujan. Berteriak teriak pada kawan. Berlarian tertawa tawa. Ceria, Jauh dari dosa. Tak mengerti penyakit apa yang sedang di idap dunia. Yang ku mengerti hanyalah bermain dan menari-nari. Meninggalkan jejak-jejak kaki kecil di atas... [Baca selengkapnya]

Ronde 2 : Suasana Panas Antara Aku, Jrx SID & Pilpres 2014

Diposting oleh my name is Mirza pada 19:58, 30-Jun-14  •  Komentar (38)

ThumbnailSebelum baca artikel ini saya sarankan baca dulu artikel yang sebelumnya, karena ini adalah sambungan dari article pertama. Artikel sebelumnya Suasana Panas Antara Aku, Jrx SID dan Pilpres 2014   Rupanya artikel pertama yang saya tulis tentang steatment kontranya saya thd Steatment2 Jrx telah sampai di telinga orangnya sendiri (jrx). Bagaimana pendapat bli tentang ini?, tanya salah satu teman di twitter pada jrx sambil... [Baca selengkapnya]

Prolog Roman Bertaring

Diposting oleh my name is Mirza pada 14:20, 21-Jun-14  •  Komentar (41)

Thumbnail"Prolog Roman Bertaring" Menunggangi hari-hari badai di iringi senda gurau hujan. Aku bersama mu kasih. Persetan khianat mu dan hujanan proyektil ini. Aku memeluk mu kasih. Dentum petang nestapa menggegarkan sukma. Bisai jemari purnama lukisnya berupa gulana. Ku kuasai diriku sendiri tuk tangguh membuka mata. Berdiri di lapang bak mencari petir, udara pun terasa beku. Sebenarnya bukan udara nya yang beku, tapi jiwa ku. Kadang jalani denganmu bagai arungi lautan... [Baca selengkapnya]

Suasana Panas Antara Aku, Jrx SID & Pilpres 2014

Diposting oleh my name is Mirza pada 16:34, 10-Jun-14  •  Komentar (97)

ThumbnailIdola ya idola, salah ya salah, maka harus di lawan. Mungkin itu kata kata yang paling tepat untuk membuka tulisan kali ini. Tulisan kali ini perihal saya yang mulai muak dengan tingkah dan prilaku JRX SID yang sebenarnya adalah idola saya sendiri. Sebagai musisi,aktivis lingkungan dan seniman kata-kata, seorang JRX/Jerinx/Ari sudah memenuhi beberapa kriteria untuk menjadi idola saya, saya sudah mengidolakan jrx dan... [Baca selengkapnya]

Mr Jempol

Diposting oleh my name is Mirza pada 11:40, 08-Jun-14  •  Komentar (26)

Thumbnail" Mr Jempol " Seperti hari hari biasa. Dengan setelan keren siap berangkat mengabdi. Pada  negeri yang seolah olah seluruh penghuni nya adalah kriminal. Bagaimana pagi ini pak pol? Masih kosong kah saku mu? Kalau begitu perhatikan saja kami yang lalu lalang di jalanan. Pastikan selalu ada yang salah dari kami. Muka berpapas muka. Salam selamat pagi terlontar dari bibir nya yang ramah. Seolah ada sticker bergambar jebakan tikus yang... [Baca selengkapnya]